MENJAJAKI CINTA

MENJAJAKI CINTA

 

  

Saya menemukan perumpamaan ini saat benar-benar sendiri tanpa siapapun, mungkin hanya hayalan bayangan dan segala harapan yang menemani saya saat itu. Dan akhirnya tanpa sengaja tuhan telah memberikan sedikit inspirasi kepada saya. Saya sendiri Galih adiputro.

Kita langsung mulai saja. Ada sekian banyak cinta di dunia ini, bisa cinta untuk lawan jenis atau cinta kepada keluarga, teman, bahkan kepada hal lain yang lebih meluas, cinta kepada tuhan dan agama masing-masing misalnya. Tapi cinta yang akan kita bahas disini tentu saja yang berkaitan dengan asmara.

Inilah sebuah perumpamaan yang akan coba saya buka kepada teman-teman semua.

Ibarat kita melihat sebuah danau yang sangat indah dan dalam, dalam hati kita, hasrat kita, kita sangat ingin sekali mendapatkan ikan dari danau tersebut, tentu sebagai orang awam kita harus mencari tahu dengan cara yang biasa kita sebagai orang biasa untuk melakukan nya, dengan menebar umpan atau memancing misalnya, kita bisa melihat apakah dalam danau tersebut terdapat ikan yang bisa kita dapatkan atau kita nikmati, dengan kata lain, apakah danau tersebut mau berbagi sesuatu yang tersimpan dan terdapat di dalam nya. Jika dengan cara itu kita belum juga mendapatkan bahkan untuk sekedar mengetahui apakah memang dalam danau yang sangat indah dan sangat ingin kita selami tersebut ada terdapat ikan untuk kita nikmati, mungkin sebagian orang akan jenuh, bosan kecewa dan pergi meninggalkan danau tersebut dan mencari danau yang lain yang terdapat ikan buat kita. Disini letak kesalahan kita, kenapa kita tidak coba membawa benih ikan, satu benih ikan yang kita anggap benih ikan terkuat untuk hidup dan tumbuh besar dalam danau tersebut, dengan harapan kelak kita bisa saling mengisi, kita mengisi kehidupan yang indah dalam danau tersebut, dan danau tersebut memberikan kita alasan kuat untuk terus merawat ikan yang ada di dalam nya untuk kita bisa nikmati setiap saat.

Hanya ada dua ending dalam semua ini, yang pertama adalah kemungkinan kita akan mendapatkan respon yang positif dari danau tersebut, dengan menerima ikan kita hidup didalamnya, beranak-pinak dan memberikan kita banyak sekali ikan dalam kehidupan kita.

Atau, benih ikan yang kita tanam dan kita lepas dalam danau tersebut akan mati karena mungkin tidak mampu bersaing dengan ikan yang lebih besar yang dimiliki orang lain dalam danau tersebut, bahkan ikan yang kita tanam tidak cukup mampu untuk membuat sedikit gelombang pada air danau tersebut apalagi untuk menyelam lebih dalam kedasar lubuk danau tersebut.

Saya yakin sebagian dari kita mampu mengartikan kesimpulan dan makna yang terkandung dalam tulisan atas.


1 Desember 2014
Oleh : Galih adi putro