Pemain Sepak Bola Indonesia Paling Terkenal Di Dunia

Pemain Sepak Bola Indonesia Paling Terkenal Di Dunia

Sebagai pecinta sepak bola khusus nya indonesia, memang tidak atau belum banyak yang bisa kita banggakan dengan sepakbola di tanah air saat ini, dengan banyaknya kasus internal, gaji pemain hingga masalah yang sudah lama kita keluhkan yaitu masalah keributan dan anarkis para suporter di club-club yang berkompetisi di Indonesia. Namun kita juga patut berbangga terhadap prestasi-prestasi individu pemain-pemain sepak bola kita, ya, beberapa nama pemain sepak bola di indonesia sudah banyak di kenal, sering di bicarakan bahkan sebagian dari mereka sangat-sangat banyak mendapatkan sorotan ataupun pujian dari berbagai pihak, bukan hanya di tanah air tapi juga di dunia sepak bola internasional. Beberapa dari mereka adalah yang terbaik dari yang terbaik, bukan berarti pemain-pemain lain tidak baik, akan tetapi beberapa pemain indonesia yang banyak mendapatkan sorotan dari mata sepakbola dunia tidaklah banyak. Dan dari masa ke masa sampai hingga saat ini, inilah menurut saya pemain sepakbola indonesia yang paling banyak disorot dunia karena kemampuannya.

Kurniawan Dwi Yulianto

Kurniawan Dwi Yulianto atau biasa kita sebut si kurus adalah pria yang lahir di desa Kalinegoro Kabupaten Magelang jawa tengah dia adalah seorang pesepak bola Indonesia yang juga dianggap sebagai salah satu yang terbaik yang prenah dimiliki Indonesia di masanya. Dia biasa bermain sebagai striker dan juga gelandang walaupun posisi aslinya adalah striker. Kurniawan adalah salah satu dari sedikit pemain Indonesia yang pernah bermain di Liga Eropa. Pada awal kariernya dia sempat bermain di tim Sampdoria U21 sebelum kemudian pindah ke FC Luzern di Liga Swiss akibat masalah dengan PSSI.

Pemain yang akrab dipanggil Ade ini lalu kembali ke Indonesia dan bermain di Liga Indonesia dan bermain dengan beberapa tim seperti PSM Makassar, PSPS Pekanbaru, PS Pelita Bakrie, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSS Sleman, Persitara Jakarta Utara, Persisam Samarinda, Persela Lamongan, PSMS Medan, Tangerang Wolves FC, PPSM Magelang, Persipon Pontianak, dan masih banyak lagi club yang pernah di belanya entah itu dengan transfer resmi ataupun sebagai pemain pinjaman. Pernah juga pada Desember 2005 hingga Mei 2006 Kurniawan memperkuat Sarawak FC di Liga Malaysia, namun ia dianggap gagal karena jarang mencetak gol sehingga club tersebut memutus kontrak.

Karier Kurniawan juga pernah melorot akibat mengonsumsi obat-obatan terlarang (narkoba) pada sekitar akhir 1990an, namun dia kemudian berhasil bangkit lagi dan kembali memperoleh karier sepak bola yang di bilang lumayan sukses. Saat ini Kurniawan adalah pencetak gol kedua terbanyak di timnas sepak bola Indonesia dengan 31 gol setelah Bambang Pamungkas yang mencetak 34 gol sejauh ini. Dan tentu kita tahu bahwa selain Kurniawan, Bambang pamungkas juga merupakan pemain yang sangat bersinar di timnas indonesia dan juga di club-club luar negeri.

Andik Vermansyah

Andik Vermansyah pemuda kelahiran jember jawatimur 23 November 1991 ini tentu menjadi salah satu pemain terbaik yang dimiliki indonesia saat ini, dengan postur nya yang mungil dia tidak termasuk dalam pemain yang mudah untuk dilewati pemain lawan atau bahkan di hadang dan di jatuhkan oleh pemain bertahan lawan.

 Andik Vermansyah adalah pemain sepakbola profesional asal Indonesia, Andik vermansyah memiliki tinggi badan 162 cm dan berat 57kg. Walau demikian dengan tubuh mungil tersebut, Andik muncul sebagai pemain yang menakutkan. Cepat, lincah, dan memiliki skill diatas rata-rata. Karena kemampuannya tersebut, andik diminati banyak Klub-klub besar Liga Indonesia bahkan beberapa tim luar negeri seperti LA Galaxi, Benfica, Red Bull dan masih banyak lagi tim-tim yang memanggil dia untuk seleksi. Andik Vermansyah sendiri memulai awal kariernya bersama Persebaya U18. Bersama Persebaya U18, Andik sukses mempersembahkan gelar juara Liga Remaja Regional Jawa Timur pada tahun 2007. Dan pada tahun 2007 juga, Andik sukses mempersembahkan mendali emas kesekian bagi Kota Surabaya dalam Pekan Olahraga Provinsi. Bersama club Persebaya asal surabaya itulah Andik mengasah kemampuan bermain sepakbolanya. Dan di usia 17 tahun, Andik Vermansyah bergabung dengan tim senior Klub yang berjuluk bajul ijo kebanggaan kota pahlawan tersebut. Dan kala itu, Andik menjadi salah satu pemain termuda di Skuad Persebaya yang mampu mengisi jajaran pemain inti di persebaya. Di tahun 2008, Andik mempunyai andil besar saat memenangkan mendali emas pada Pekan Olahraga Nasional PON, yang saat itu diselenggarakan di Kalimantan timur. Bukan itu saja, dalam beberapa kali uji coba timnas indonesia melawan club-club atau negara-negara yang memiliki nama besar dan di isi sengan pemain-pemain bintang dunia, dia banyak mendapatkan pujian dari ofisial, pelatih, pemain dan pengamat sepakbola, bahkan pemain paling terkenal di dunia seperti David Beckkam pun kagum dengan panampilan Andik saat itu.

Evan Dimas Harmono

Evan Dimas merupakan putra asli kota pahlawan Surabaya 13 maret 1995. Semenjak kecil dia sudah di didik untuk menjadi pemain sepak bola profesional, hal tersebut terbukti dengan aktifnya Evan Dimas di sekolah sepak bola SSB Sasana Bhakti dan SSB Mitra Surabaya di kawasan surabaya. Karirnya dalam sepakbola sebenarnya dimulai semenjak bergabung dengan Timnas U-17 Indonesia, namun pada saat itu nama Evan Dimas belum sebesar setelah menjadi Kapten di Timnas indonesia U19.

Karir Evan Dimas dalam dunia sepak bola sangat membanggakan, sejak tahun 2012 Evan Dimas dipercaya untuk bergabung dengan skuad sepak bola Jawa Timur dan berlaga pada Pekan Olaharaga Nasional PON ke XVIII di Pekanbaru sumatera barat. Kemudian berlanjut untuk masuk Timnas Indonesia U17 dan sejak itu dia sudah dipercaya untuk memegang ban kapten tim.

Evan Dimas juga ikut mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan membawa Timnas Indonesia pada saat itu dalam menjuarai HKFA International Youth Invitation pada tahun 2012 yang diselenggarakan di Hongkong. Bukan itu saja, Evan Dimas juga terpilih dan ikut mewakili dalam ajang pencarian bakat yang bernama (The Chance). Dalam ajang tersebut Evan Dimas terpilih dari 100 anak berbakat untuk dilatih langsung oleh mantan pelatih Barcelona Joshep Guardiola atau akrab di sapa Pep Guardiola.

Dan puncaknya adalah di AFF CUP U19 di sidoarjo jawatimur baru-baru kemarin, Evan Dimas menjadi bintang pembawa kemenangan indonesia setelah lebih dari 20th tanpa gelar juara, mengalahkan timnas vietnam di final AFF di sidoarjo dan membawa indonesia masuk putaran final piala AFC di myanmar 2014, bahkan mengalahkan korea selatan dan memborong semua gol di Gelora Bung Karno jakarta adalah hasil dan prestasi yang sangat membanggakan. Bukan hanya Evan Dimas, namun semua pemain Timnas Indonesia U19 dari pemain belakang sampai pemain depan adalah sebuah satuan yang sangat solid, tim yang sangat kompak, kuat dan banyak ditakuti lawan dimana-mana. Banyak tim-tim atau club dari mancanegara yang berminat memboyong pemain-pemain muda indonesia tersebut, bukan main-main bahkan club seperti Barcelona pun menginginkan beberapa pemain timnas U19 indonesia katakanlah seperti Hansamu yama pranata, Maldini palli, Ilham Udin armain, Muchlis hadining Shaifulloh dan lain-lain. Bahkan akhir-akhir ini tawaran uji coba atau pertandingan persahabatan dari negara-negara sepakbola dunia pun datang silih berganti.

Kita patut berbangga sebai warga negara indonesia dan juga pecinta sepakbola indonesia, terus memberikan dukungan do`a dan semangat untuk para punggawa-punggawa timnas indonesia agar bisa mengangkat prestasi indonesia di kancah internasional. Semoga ini adalah titik awal bangkitnya persepakbolaan indonesia dan akan banyak tumbuh lagi tunas-tunas, pemain-pemain hebat, berbakat, dan membanggakan, bukan hanya sepakbola tapi semua ajang olahraga indonesia.

informasi penting buat belanja mudah dan murah alfaonline.com toko belanja online murah promo heboh jual barang hanya rp 1 -